Preeklamsia merupakan suatu kondisi berbahaya yang dapat terjadi pada setiap ibu hamil. Hingga saat ini belum ada cara pasti untuk mencegah preeklampsia secara efektif. Menurut Dr dr Didi Danukusumo, SpOG (K), kematian ibu hamil dan saat melahirkan biasanya disebabkan oleh tiga faktor, yakni preeklampsia, perdarahan, dan infeksi.

Angka kejadian kematian ibu hamil dan melahirkan akibat infeksi sudah berkurang. Sementara perdarahan pada ibu saat melahirkan sudah banyak kiat untuk mencegahnya. Namun preeklampsia tidak dapat dicegah hingga kini. Preeklampsia dapat terjadi pada setiap ibu hamil dan belum dapat dicegah secara efektif hingga kini.

Penyebab Preeklampsia menurut Para Ahli

Menurut dokter Didi, preeklampsia disebabkan oleh terganggunya penanaman ari-ari dalam rahim, yang bisa disebabkan oleh bermacam-macam faktor seperti genetik, adanya infeksi, serta peradangan. Salah satu pencegahannya adalah yang terkait dengan Annexin V yang merupakan pembekuan darah yang terjadi di ari-ari.

Penelitian sebelumnya pada plasenta pasien preeklamsia menunjukkan adanya penurunan Annexin V sehingga pembekuan darah di ari-ari tidak maksimal. Terkait gangguan pembekuan darah tersebut, jika pasien ibu hamil memiliki resistensi arteri, maka dokter akan memberikan aspirin dosis rendah.

Penelitian itu terus dikaji untuk mendapatkan data akurat sehingga bisa ditentukan penanganan yang tepat untuk penyakit yang sering menyerang para ibu hamil ini. Jadi, kehamilan tidak akan terganggu jika pencegahan bisa ditemukan dengan tepat.

Pendapat serupa juga dikemukakan oleh fokter spesialis kebidanan dan kandungan Divisi Fetomaternal RSU Dr Soetomo Surabaya dan RS Pendidikan Universitas Airlangga, dr Khanisyah Erza Gumilar, SpOG. Beliau mengemukakan bahwa setiap wanita berisiko mengalami preeklampsia saat hamil.

Pemeriksaan yang Diperlukan

Cek tekanan darah menjadi hal yang wajib dilakukan setiap kali memeriksakan kehamilan ke dokter karena salah satu ciri penting dari preeklampsia adalah kenaikan tekanan darah yang cukup tinggi. Pemeriksaan ini akan membantu untuk menentukan bagaimana penanganan yang tepat untuk dilakukan.

Beliau melanjutkan, selain cara tersebut, pemeriksaan wajib lain yang dilakukan adalah skrining menggunakan Doppler velosimetri melalui USG pada arteri uterina ibu hamil. Terutama bagi ibu hamil dengan risiko tinggi preeklampsia seperti memiliki riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya, jarak kehamilan yang jauh, dan faktor risiko lain yang perlu dipelajari ibu hamil.

Meskipun belum ada cara pencegahan untuk preeklampsia yang sangat efektif, ibu hamil disarankan untuk menjaga asupan nutrisi dan kontrol ke dokter kandungan agar dapat mengenali preeklampsia lebih cepat dan penanganan yang diberikan oleh petugas medis juga lebih dini sehingga dapat menghindari kondisi berbahaya dan fatal.

Demikian penjelasan tentang preeklamsia pada ibu hamil. Lengkapi nutrisi saat hamil, vitamin, serta kebutuhan ibu dan bayi hingga vaksinasi ke rumah, bahkan Anda juga dapat berbagi pengetahuan seputar kehamilan di orami.com. Kunjungi orami.com dan dapatkan penawaran terbaik dan promo menarik untuk kebutuhan ibu dan bayi.